Antologi Cerpen Mengenang Bengkel Sastra Bulaksumur (BSBS)

…………..Hari mulai malam, namun masih saja tak menyurutkan hujan yang turun sejak sore tadi. Lampu-lampu jalan mulai menyala. Kelenggangan membentang. Kaca-kaca jendela mulai lembab dan buram. Sebuah catatan harian tergolek disamping Odoy. Lusuh penuh dengan coretan, yang tersisa hanya selembar halaman. Pada catatan harian yang tinggal selembar itu, ada sesuatu yang ingin ia coretkan. Sesuatu yang dapat mengingatkan pada makna kesunyian. Sesuatu yang dapat membawa kepada sebuah nama. Sebuah nama yang terkadang muncul sebagai bayangan yang menakutkan. Namun, tak dapat ia lupakan. Sesuatu yang membuatnya merasa mempunyai kenangan. Kenangan yang membuatnya percaya akan sebuah rahasia yang ingin disampaikan oleh catatan harian itu. Karena di sana , ia menemukan jawaban yang dapat membuatnya bahagia, “Dina aku masih menyintaimu”.

Angin malam yang terus berhembus bersama hujan yang enggan berhenti. Mengajak alam pikirannya mengingat bahwa dua hari lagi merupakan hari dimana Tuhan telah memainkan takdir-Nya. Takdir yang menyatukan dirinya dengan Dina sebagai sepasang kekasih. Pada hari itu, ingin Odoy memberikan sesuatu yang dapat membuat Dina berkesan. Kesan yang tak mungkin dilupakan selamanya. Sesuatu yang dapat mengungkapkan perasaannya betapa ia sangat menyintai Dina. Empat tahun sudah mereka menjadi sepasang kekasih. Namun, Odoy kerapkali tak peduli dengan hari itu. Baginya, mengapa manusia harus memperingati hari dimana Tuhan menakdirkan mereka menjadi sepasang kekasih? Bukankah sebenarnya kita harus menyesali takdir itu?.

          Namun, entah mengapa? Kini ia ingin sekali memberikan sesuatu yang berkesan kepada Dina pada hari itu. Ia tak tahu mengapa keinginan itu begitu kuat. Atau mungkin karena Dina kian hari kian dewasa, cantik, dan penuh gairah. Ataukah karena hari demi hari ia merasakan bahwa hubungannya mulai terlihat ada kejanggalan. Keduanya sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Perbincangan yang terjadi kala mereka sedang berdua pun terasa hanya sebagai sebuah basa-basi ‘tuk menghindari kebekuan. Ingin rasanya ia kembali ke masa-masa awal ketika mereka ditakdirkan Tuhan bersama, dimana Dina selalu bersikap mesra, perhatian, manja, dan penuh gairah…………………………………. begitulah penggalan salah satu cerpen yg ada pada antologi ini……….

===================================================

Kumpulan cerpen teman-teman BSBS (Bengkel Sastra Bulaksumur) ini sengaja saya buat menjadi sebuah ebook kumpulan antologi cerpen untuk mengenang kebersamaan kita dahulu yg mungkin saja sekarang BSBS sudah istirahat dengan tenang di alamnya….

Bengkel Sastra Bulaksumur (BSBS) adalah wadah kumpul-kumpul manusia Fakultas Ilmu Budaya UGM yang awalnya hanya bertujuan mengekspresikan sebuah ide dalam bentuk karya sastra… didirikan entah sekitar tahun 2000 sampai 2003 (entah tepatnya tahun berapa).

Bahrudin Achmad, Eko Haryadi Ismail, Marti, Faiq Aminuddin, Enem Heim, EM. Ali, Faishol Adib, Eko Priyoko Kahono (Peko), Surya as, Firdaus Khalimi, Dhian, Shinta H, dkk

Woiiiiiiiiiiiii Kumpul!!! …a

 

Langsung saja anda nikmati sendiri… O iya silakan klik pada gambar di bawah ini untuk mendowloadnya

About bahrudin Achmad

Cuma orang Goblok yg ingin Ngeblog....... Apa yg kutulis inilah caraku....sampean mau suka atau tidak itu urusan sampean.... :D
This entry was posted in Karya-Karyaku and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Antologi Cerpen Mengenang Bengkel Sastra Bulaksumur (BSBS)

  1. faiq says:

    sepertinya dulu pernah ada yang buat milis di yahoogroups.com

Jangan Lupa Komentarnya....... Tinggalkan jejak anda dengan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s